GpY8BSMpTUM6GSC5TUr8TfClTA==

Harlah NU ke-101, KH Ubaidillah Shodaqoh Ajak Nahdliyin Bersyukur

Harlah NU ke-101, KH Ubaidillah Shodaqoh Ajak Nahdliyin Bersyukur


KH Ubaidillah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dua dari kanan) bersama KH Ahmad Arwan, KH Ahmad Thoha dan Pengurus NU Cabang Kudus ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam peringatan Harlah NU ke-101 di gedung NU Dawe, Jum'at (1/3/2024).


Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh mengajak warga nahdliyin untuk bersyukur kepada Allah SWT atas banyaknya kenikmatan termasuk nikmat hari lahir NU.

Hal itu disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam peringatan Harlah NU ke-101 di gedung NU Dawe, Jum'at (1/3/2024). 

Kiai kharismatik itu menjelaskan tentang banyaknya nikmat yang telah kita terima. Namun sayangnya nikmat dari Tuhan sering dikesampingkan dan tidak disyukuri. 

Diantara nikmat yang harus disyukuri adalah nikmat kita ada dan berwujud manusia. Bukan berwujud hewan atau mahluk lainnya. 

"Nikmat Ono. Nikmat wujud rupo menungso. Niku Kedah disyukuri. Cubi menawi rupo wedus, nopo kebo, nopo cacing," terangnya menggunakan bahasa Jawa. 

Dengan wujud manusia, tambah Mbah Shodaqoh (panggilan akrab KH Ubaidillah Shodaqoh) kita banyak manfaatnya dalam kehidupan di dunia ini. 

Nikmat selanjutnya adalah nikmat menjadi manusia yang beriman dan Islam. Nikmat iman dan Islam ini, jelas Mbah Shodaqoh, menjadi nikmat yang paling penting. Karena kalau tidak iman dan Islam maka tidak diterima Allah SWT. 

"Jarak kita dengan Nabi Muhammad itu sangat jauh. Kita tidak melihat Rosulullah. Tapi kita bisa iman dan Islam. Ini nikmat yang luar biasa yang harus disyukuri," terangnya. 


Nikmat selanjutnya yaitu nikmat sebagai warga negara Indonesia. KH Abdullah Shodaqoh menjelaskan, Indonesia negara besar yang damai, aman dan nyaman. 

Dengan ratusan kelompok etnik dan suku, Indonesia tetap hidup rukun dan damai. "Pemilu kemarin damai tidak ada apa apa. Pemilu selesai ya selesai. Selanjutnya ya beraktifitas dan bekerja kembali seperti biasa," kata Mbah Shodaqoh. 

Kiai asal Semarang itu mencoba membandingkan dengan negara Afganistan yang 99 persen warganya muslim. 

"Afganistan 99 Islam. Hanya punya 7 suku. Tapi perang bertahun-tahun sampai saat ini tidak tau bagaimana mengakhiri perang," ungkapnya. 

Selain aman dan damai, tambah KH Ubaidillah Shodaqoh, Indonesia negara yang paling enak dan nyaman ditempati. Berbeda dengan Eropa yang sangat dingin atau negara Arab dan Afrika yang panas. 

"Singapura saja itu luas wilayahnya sangat kecil. Kekurangan air. Air saja harus beli dari Indonesia," jelasnya menambahkan. 

Dan nikmat lainnya yang harus disyukuri adalah nikmat menjadi orang NU, sebuah jam'iyyahnya para wali dan Kiai yang benar-benar memperhatikan umatnya mulai sebelum lahir sampai meninggal. 

Oleh karena itu Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu berpesan agar pengurus NU seperti Lazisnu harus bersyukur bisa berkhidmah di tengah-tengah masyarakat. 

"Aktif ngeladeni umate jeng Rosul sama dengan ngeladeni jeng Rosul. Nikmat yang harus disyukuri," pesan KH Ubaidillah Shodaqoh. Jakuwa



Komentar0

Type above and press Enter to search.